Seni Bernegosiasi: Definisi, Kepentingan, dan Prosesnya - Part #1

Let us never negotiate out of fear. But let us never fear to negotiate. -- John F Kennedy

Bernegosiasi berarti berargumentasi dan mencoba mencapai kesepakatan terhadap sebuah subyek atau sekumpulan masalah antar dua kelompok atau lebih. Bentuk komunikasi dua arah yang mana antar kelompok yang bernegosiasi mencoba untuk membagikan sudut pandang, kepentingan, dan concern untuk menemukan titik tengah yang bisa disetujui oleh semua pihak, apakah akan selalu win-win solution? Secara kuantitatif saya rasa tidak, tergantung seberapa hebat skill negosiasinya.

Gaji, perjanjian kontrak, distribusi sumberdaya, dan pilihan pribadi adalah beberapa contoh topic yang bisa dinegosiasikan dalam berbagai konteks, seperti bisnis, pemerintahan, dan hubungan antar individu. Dalam kebanyakan situasi, tujuan bernegosiasi adalah mendapatkan solusi yang menyenangkan semua pihak.

Setiap proses negosiasi secara umum akan membawa tujuan, kepentingan, dan prioritas yang berbeda antara pihak yang bernegosiasi. Kesuksesan negosiasi membutuhkan kemampuan mendengar yang baik, kemampuan mengekspresikan kebutuhan dengan jelas, dan fleksibilitas dalam proses. Untuk mencapai kesepakatan, negosiator harus memahami posisi satu sama lain, menemukan titik tengah kesepakatan, dan tetap membangun hubungan baik.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah arah atau mempengaruhi hasil negosiasi, seperti menawarkan konsesi, berkompromi, menggunakan bahasa persuasif, atau bahkan mengancam untuk meninggalkan meja perundingan. Di akhir proses, kontrak atau perjanjian biasanya diperlukan untuk mengamankan hasil negosiasi.

Dinamika kekuasaan, perbedaan budaya, dan tingkat emosi individu hanyalah beberapa dari sekian banyak kompleksitas yang mungkin timbul selama negosiasi. Sebelum melakukan negosiasi, kedua belah pihak harus memiliki informasi dan persiapan yang baik. Meskipun proses negosiasi terkadang sulit, negosiasi dapat meningkatkan hubungan dan memberikan hasil yang positif bagi semua pihak yang terlibat jika ditangani dan dijalankan dengan baik dan benar. Kepercayaan dan rasa saling mengerti mungkin akan tumbuh sebagai dari proses negosiasi.

Pentingnya Kemampuan Bernegosiasi

Banyak situasi dimana kemampuan bernegosiasi dengan baik akan sangat berguna. Beberapa keuntungan dari memiliki kemampuan bernegosiasi yang baik adalah sebagai berikut:

  • Hasil dan keputusan yang lebih baik: Memiliki kemampuan bernegosiasi dengan baik dapat memperbaiki situasi bagi semua orang yang terlibat. Negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat jika masing-masing pihak berupaya memahami kepentingan pihak lain, mengidentifikasi titik temu, dan mengembangkan solusi yang dapat diterima.

  • Meningkatkan hubungan baik: Kemampuan tawar-menawar yang baik dapat memperkuat ikatan kepercayaan dan meningkatkan hubungan kerja. Hasilnya, kolaborasi dan produktivitas di tempat kerja dapat meningkat.

  • Penyelesaian konflik: Menemukan solusi yang bisa diterapkan terhadap permasalahan yang kompleks sering kali memerlukan penggunaan kemampuan negosiasi yang mahir baik dari pihak kelompok maupun individu.

  • Peningkatan produktivitas: Negosiasi seringkali rumit dan memakan waktu namun dapat disederhanakan dengan proses yang tepat. Hal ini berpotensi meningkatkan moral dan output di tempat kerja.

  • Personal growth: Seseorang dapat memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri dengan mengasah kemampuan negosiasinya. Hal ini berpotensi meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial.

Menguasai seni bernegosiasi adalah kemampuan yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi, yang masing-masing menawarkan peluang unik untuk belajar & berkembang. Kemampuan untuk melakukan bargaining dengan baik sangat berharga dalam banyak bidang termasuk bisnis, pemerintahan, dan hubungan pribadi.

Memahami Proses Negosiasi

Tujuan dari proses negosiasi adalah untuk memperoleh kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat. Individu dan dunia usaha dapat memperoleh manfaat dari hasil negosiasi yang lebih baik jika mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang proses negosiasi. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari proses negosiasi:

  • Persiapan: Pada fase ini, para pihak saling mempelajari satu sama lain, menetapkan posisi tawar mereka, dan menentukan tujuan mereka.

  • Penetapan tahapan negosiasi: Para peserta mengidentifikasi diri mereka satu sama lain, menetapkan norma-norma keterlibatan, dan menentukan arah negosiasi yang produktif.

  • Pertukaran informasi: Pada fase ini, satu pihak menyampaikan argumennya dan berbagi fakta terkait dengan pihak lain. Pada titik ini, kedua belah pihak memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai motivasi, prioritas, dan kekhawatiran masing-masing pihak.

  • Bargaining: Ini adalah fase di mana para pihak mencoba mencari jalan tengah atau kompromi yang akan memuaskan keduanya. Hal ini mungkin memerlukan penyerahan diri, penyelesaian, atau pembuatan rencana tindakan alternatif.

  • Closing: Perjanjian telah diselesaikan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pada saat ini.

  • Follow-up: Pada fase ini, para pihak akan mengawasi hal-hal untuk memastikan semua pihak mempertahankan kesepakatan mereka.

Ingatlah bahwa negosiasi dapat bersifat kompleks dan dinamis, dimana para pihak harus bolak-balik melewati fase-fase yang berbeda. Memiliki kemampuan dan metode negosiasi yang kuat dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam bernegosiasi.